Rabu, 07 Agustus 2013

Masyarakat dan Penghijaun


PERSEPSI MASYARAKAT DAN ANALISIS TERHADAP
PENGARUH PENGHIJAUAN PADA DINAMIKA AIR TANAH
(Studi Kasus di Jurit, Desa Bebuak Lombok Tengah)

Oleh
Ferdinand Makonda
(Penulis adalah Alumni Mahasiswa Kehutanan Universtas Mataram Periode Juli 2013)

Kerusakan hutan atau perubahan tutupan lahan berdampak negatif pada tata air, sebaliknya penghijauan dan reboisasi pada lahan kritis dapat memperbaiki tata air  dan mempertahankan fungsi hidrologis kawasan. Keberhasilan penghijauan salah  satunya ditentukan oleh persepsi masyarakat tentang manfaat positif dari penghijauan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat dan  analisis terhadap pengaruh penghijauan pada dinamika air tanah. Persepsi masyarakat tentang penghijauan dan pengaruhnya pada dinamika air tanah dianalisis ini  menggunakan skala likert. Sedangkan pengaruh penghijauan pada dinamika air tanah,  dilakukan melalui pengujian kadar air tanah pada laboratorium. Sampel tanah diambil  dari areal non penghijauan (vegetasi alang-alang) dan areal penghijauan (vegetasi  mahoni dan sengon) masing-masing 9 sampel setiap 10 hari selama bulan Maret  – Mei 2013. 
Hasil penelitian menunjukan (1) masyarakat mempunyai persepsi bahwa  penghijauan mempengaruhi air tanah, semakin banyak pohon maka air tanah akan  semakin tinggi. Hal ini dilihat dari skala likert yang menunjukan skala 151 dari  maksimal 184. (2) Penghijauan  didaerah perbukitan dengan vegetasi pohon mahoni  dan sengon menyebabkan kadar air tanah sedikit lebih rendah dibandingkan dengan  lahan bervegetasi alang-alang (Pengukuran pada musim hujan). Namun demikian,  areal penghijauan dengan pohon memiliki manfaat ekologi lainnya seperti perbaikan  iklim mikro, seresah dari pohon dapat menyuburkan tanah, dan akar pohon dapat meningkatkan ketahanan tanah dari longsor.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger news

Blogroll

Jangan Lupa di Like Ya Sobat

×

About

Jangan Lupa di Like Ya Sobat

×