Sajang
yang
Butuh
Drainase
Oleh
Arya Ahsani Takwim
Sajang yang dulunya
asri kini menjadi bulan-bulanan bencana banjir. Setiap tahun bencana banjir
melanda desa. Oleh masyarakatnya, banjir ini terjadi karena air kiriman desa
tetangga yakni Sembalun. Banjir dikirim dari kali kokok jurit yang merupakan sambungan dari kali bugurung. Selain itu, aliran banjir juga karena kiriman dari kokoq jebak, kokoq mate dan kokoq jelateng
(kokoq dalam bahasa Sasak yang berarti Kali/sungai). Inilah yang menjadikan
Desa Sajang setiap tahun diterpa bencana banjir.
Kondisi ini selain
diperparah karena kondisi alam, diperparah juga dengan adanya lahan masyarakat
yang menggarap pertanian di kawasan perbukitan PT. Agroindo Nusantara dan
sayang sekali, perusahaan ini tidak memiliki saluran drainase permanen sebagai
pembuangan air. Akibatnya banjir selalu menerpa dua dusun yang berada
dibwahnya, yakni dusun bawaqnao lauk
dan dusun bawaqnao daye. Oleh sebab
itu, jika tidak segera ada upaya untuk membangun drainase. Maka pada saat musim
hujan air akan tetap masuk dan menggenangi pemukiman penduduk. Masyarakat pun
menjadi resah. Suda ada upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk membangun drainase.
Tetapi karena dana yang terbatas, drainase
yang dibuat pun tidak permanen. Sementara yang dibutuhkan adalah drainase
permanen sehingga banjir tidak lagi menggengang dipemukiman masyarakat. Sebenarnya
bukan hanya pemukiman, sarana ibadah seperti masjid pun menjadi korban ketika
banjir datang. Kenapa dua dusun ini yang diprioritaskan? Mengingat dusun ini
merupakan dusun dengan penduduk terpadat. Sekitar 70% dari jumlah penduduk desa
sajang berada di dua dusun ini.
Pentingnya
drainase ini pemerintah desa melalui dana desa sudah mencoba membangun drainase
yang berada di sebelah selatan utuk mengurangi sedikit dampak banjir, tetapi
sebelah barat yang merupakan limpasan paling besar dari perusahaan itu perlu
penanganan serius dan rencanya akan dibuang kearah timur melalui drainase yang
kami sangat-sangat butuhkan itu. Kami telah ‘bosan’ mengupayakan perusahaan
untuk bertanggungjawab dengan membuat drainase sendiri tetapi sampai saat ini
belum ada kejelasan dari pihak perusahaan. Padahal tidak sedikit dana yang
dibutuhkan untuk membangun drainase itu, kalau hanya mengandalkan keswadayaan
masyarak, tentu tidak mungkin. Kedepan dengan dibangunnya drainase ini
diharapkan air tidak lagi melintasi pemukiman karena akan terbuang ke kali yang
berada di sebelah timur desa sehingga tidak menggenag dipemukiman. Di sisi lain
ada pembelajaran penting dalam pembangunan drainase ini dimana kemandirian
masyarakat sangat di perlukan [ Hasil Wawancara dengan Hasanudin Sekdes Sajang-
Lombok Timur].
0 komentar:
Posting Komentar